Di pabrik, semua bisa terlihat produktif: mesin jalan, operator penuh, delivery terus keluar. Justru karena itu bottleneck mudah bersembunyi.
Schedule padat. Overtime naik. Maintenance harus mencari celah. Ketika demand bertambah, percakapan cepat mengarah ke capacity tambahan.
Reject rendah. Team stabil. Output konsisten. Karena tidak membuat suara, management pindah ke line yang lebih bermasalah.
Raw material dijaga supaya produksi tidak putus. Finished goods dijaga supaya customer tidak menunggu. Sedikit demi sedikit buffer menjadi kebiasaan.
Material telat. Mesin turun. Customer mengubah volume. Orang di lapangan tahu kondisi berubah, tapi keputusan tertentu tetap menunggu naik ke atas.
Tapi: apa yang belum saya lihat?