Di family business, keputusan bisnis jarang hanya bisnis. Ada sejarah, rasa hormat, legacy, dan hubungan yang ikut duduk di meja.
Bisa berarti ada wisdom yang sudah teruji puluhan tahun. Bisa juga berarti tidak ada yang cukup nyaman untuk mempertanyakannya.
Title berubah. Responsibility bertambah. Tapi ketika keputusan besar datang, semua mata tetap kembali ke founder atau generasi sebelumnya.
Mereka tahu customer, supplier, musim, cara founder berpikir. Loyalitasnya tidak diragukan. Tetapi beberapa keputusan baru membutuhkan cara melihat yang berbeda.
Operational issue dibahas. Sales dibahas. Cash flow dibahas. Tapi ownership, expectation, authority, dan masa depan sering ditunda karena terlalu sensitif.
Tapi: apa yang belum saya lihat?